Swiss dan Denmark Lolos ke Ajang Piala Eropa 2020

Swiss dan Denmark Lolos ke Ajang Piala Eropa 2020

Dua negara lagi yang berhasil mendapatkan tiket ke putaran final ajang Piala Eropa 2020. Swiss dan Denmark berhasil lolos ke kompetisi bergengsi pada musim panas tahun depan.

Swiss lolos setelah meraih kemenangan pada laga melawan Gibraltar dalam kelanjutan babak ajang Kualifikasi Piala Eropa 2020 yang digelar Victoria Stadium 19 november 2019 lalu. Granit Xhaka dan kawan – kawan menang telak dengan skors 6 – 1.

Swiss kemudian lolos sebagai juara di Grup D dengan pengumpulan tujuh belas poin dari total delapan pertandingan.

Langkah Swiss disusul oleh timnas Denmark yang menduduki peringkat kedua dengan pengumpulan enam belas poin. Denmark keluar sebagai runner-up di Grup D setelah bermain imbang melawan Republik Irlandia dengan skors 1 – 1.

Sampai sejauh ini sudah ada sembilan belas negara yang berhasil lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

Negara-negara yang berhasil lolos ke putaran ajang Piala Eropa 2020 diantaranya ;

  1. Belgia
  2. Italia
  3. Ukraina
  4. Rusia
  5. Polandia
  6. Spanyol
  7. Inggris
  8. Republik Ceko
  9. Prancis
  10. Turki
  11. Finlandia
  12. Swedia
  13. Jerman
  14. Belanda
  15. Kroasia
  16. Austria
  17. Portugal
  18. Swiss
  19. Denmark

Menaklukan Timnas Gibraltar melancarkan langkah Swiss ke Piala Eropa 2020.

Swiss memenangkan pertandingan melawan Gibraltar dengan skor 6 – 1 dan meloloskan diri ke putaran selanjutnya.

Timnas Swiss dipastikan lolos ke putaran final Piala Eropa 2020. Pada pertandingan babak kualifikasi di Grup D, Swiss mengalahkan tuan rumah Gibraltar dengan skor akhir 6-1 pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Victoria, pada 19 november 2019 lalu.

Hasil ini menjadikan skuat besutan dari Vladimir Petkovic menduduki peringkat teratas klasemen akhir di Grup D dengan perolehan tujuh belas poin. Swiss mendominasi jalannya pertandingan dengan adanya perbedaan kekuatan yang cukup signifikan atas tuan rumah.

Pertandingan berjalan selama sepuluh menit, Cedric Itten mencetak gol pertama dari umpan silang yang diberikan oleh Ruben Vargas dan hasil skor 1-0 diunggulkan Swiss.

Vargas kemudian menggandakan keunggulan Swiss setelah lima menit berjalannya babak kedua lewat tandukannya dengan menyambut umpan silang yang dilakukan oleh Loris Benito, dan segera disusul gol yang disumbangkan oleh Christian Fassnacht pada enam menit kemudian.

Tuan rumah kemudian membalas lewat gol yang ditendang oleh Reece Styche dari jarak dekat, Benito yang sebelumnya telah memberikan dua umpan akurat akhirnya menorehkan namanya di daftar pencetak gol dengan menjebol gawang dari timnas Gibraltar pada menit ke tujuh puluh depan. Meski mengungguli tiga gol, Swiss tetap bermain dengan sungguh – sungguh.

Itten mencetak gol keduanya pada menit ke delapan puluh empat. Mantan Kapten dari klub Arsenal, Granit Xhaka mengakhiri pertandingan dengan menyumbang gol terakhir bagi Swiss pada menit ke delapan puluh enam dan akhirnya Swiss menang dengan skor akhir 6-1.

Denmark berusaha merebut tiket ke putaran selanjutnya pada Piala Eropa 2020.

Timnas Denmark bermain imbang melawan tuan rumah Republik Irlandia dengan skor akhir 1-1 pada babak kualifikasi di Grup D Piala Eropa 2020 yang berlangsung di Stadion Aviva, Dublin pada 19 november lalu.

Hanya dengan penambahan satu poin lagi sudah cukup bagi Denmark untuk memperoleh tiket lolos ke putaran final Euro 2020.

Denmark memperoleh enam belas poin dengan perbedaan tipis dengan saingannya Swiss yang memiliki tujuh belas poin dan kedua negara itu menduduki dua peringkat teratas pada putaran final di Grup D.

Sementara Irlandia masih memiliki peluang sebab mereka berhak untuk tampil di jalur playoff untuk memperebutkan satu tiket dari empat tiket yang tersedia di putaran final, demikian juga timnas Georgia.

Dengan tekanan wajib menang untuk bisa meraih tiket lolos, Irlandia tidak berhasil memanfaatkan peluang untuk tampil dengan performa yang di hadapan publiknya sendiri.

Babak pertama berakhir tanpa adanya gol dan kedua timnas tidak memperlihatkan permainan yang menarik.

Masalah yang dihadapi Denmark belum selesai meski sudah Lolos ke ajang putaran final Piala Eropa 2020.

Simon Kjaer negara sangat bangga bisa membawa timnas Denmark menuju putaran final Piala Dunia 2020. Kepastian tersebut diperoleh setelah pasukan Age Hareide itu mampu bermain imbang melawan tuan rumah Republik Irlandia dalam pertandingan pamungkas kualifikasi di Grup D yang dgjamgptmj di Dublin, pada 18 november lalu.

Hasil yang dicapai membuat Tim Dinamit berhak untuk lolos secara otomatis bersama timnas Swiss.

Kjaer adalah kapten dari team Denmark dan beliau sangat yakin negaranya akan diuntungkan pada putaran babak final mendatang karena sejumlah pertandingan fase grup Piala Eropa akan digelar di kandang mereka sendiri yakni Stadion Parken, Kopenhagen.

Sebagai kapten saya merasa sangat gembira bisa membawa timnas lolos ke Piala Eropa, “ucap Kjaer semringah”. Kami akan menjadi tuan rumah untuk dua atau tiga pertandingan yang akan dilangsungkan di Parken yang merupakan markasbagi tim ini.

Tentu saja ini adalah salah satu keuntungan besar bagi kami.
Pagelaran sepak bola terbesar Benua Eropa tahun depan itu akan diselenggarakan di dua belas stadion yang tersebar di dua belas negara di Eropa.

Denmark mendapat kehormatan dengan terpilih menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara. Kopenhagen akan melangsungkan total empat atau tiga laga pada fase grup dan salah satu partai enam belas besar. Bagi Tim Dinamit, Stadion Parken adalah markas utama mereka.

Kjaer dan kawan-kawan tercatat tidak pernah mengalami kekalahan dari sebelas sebelas laga yang dipertandingkan. Fakta tersebut membuat sang kapten sangat optimistis dan antusias mengikuti putaran babak final nanti. kami merasa sangat termotivasi bisa bermain dengan dukungan para suporter fantastis kami, “ujar Kjaer.

Kjaer menyadari bermain di markas sendiri menjamin langkah mereka akan berjalan mulus. Bek tengah yang berusia tiga puluh tahun yang juga bermain di klub Atalanta BC di Seri A Italia itu menegaskan Denmark perlu meningkatkan keterampilan mereka pada putaran final karena laga selanjutnya akan jauh lebih menantang dibandingkan laga pada babak kualifikasi.

Kjaer mengupamakan contoh laga ketika melawan Irlandia pada awal minggu lalu. Menurutnya, Tim Dinamit bermain maksimal ketika menghadapi pasukan dari Mick McCarthy. Sang kapten menilai timnas Denmark bermain dengan gugup dan membiarkan team terjebak dalam tekanan.

Kjaer merasa hal ini perlu diwaspadai dalam putaran final berikutnya. Pertandingan yang berlangsung di Dublin sangatlah sulit. Kami tidak memberikan performa yang baik dan permainan kami waktu itu di bawah standar, kata Kjaer yang memberikan pendapatnya.

Ini akan menjadi pelajaran yang. sangat berharga buat kami. Saya yakin dengan pasukan dan pelatih “Hareide” yang berpengaruh, ketrampilan kami pasti akan segera terasah.

Simon Kjaer adalah pemain paling senior dalam timnas Denmark bersama gelandang striker Christian Eriksen.

Mereka telah mencetak sembilan puluh lima caps selama membela Tim Dinamit, Kjaer memulai debutnya pada 2009 dan Eriksen memulai debutnya setahun kemudian.

Denmark mungkin beralasan hal itu terjadi karena kedua pemainnya, Thomas Delaney dan Andreas Cornelius terpaksa meninggalkan lapangan karena cedera yang dialami.

Kedua pemain yang cedera digantikan oleh Pierre Emile Hojbjerg dan Kasper Dolberg. Di tengah bergeloranya ambisi tuan rumah, Denmark berhasil memanfaatkan peluang atas kelalaian dari lini belakang timnas Irlandia dan berhasil mencetak gol pada menit ke tujuh puluh tiga.

Sebuah umpan silang yang dikirim oleh Henrik Dalsgaard terlewatkan begitu saja tanpa bisa dihadang oleh Shane Duffy dan Ciaran Clark. sebelum kemudian disambut oleh tembakan voli dari Martin Braithwaite yang membuat kiper Darren Randolph kebobolan gawangnya. Gol itu seperti mengejutkan tim asuhan Mick McCarthy yang tadinya tertidur pulas.

Pada menit ke delapan puluh lima, Matt Doherty berhasil memberi harapan baru kepada penonton tuan rumah dengan meloloskan teamnya ke putaran final sejak ia menanduk bola sebagai umpan silang dari kiriman Enda Stevens dan berhasil menyamakan kedudukan dengan skors 1-1.

Sayangnya, harapan mesti pupus dengan skor yang tak berubah sampai peluit tanda laga usai berbunyi dan mengantarkan Denmark ke putaran final dan Irlandia ke jalur playoff.

Irlandia akan mengetahui lawan mainnya setelah seluruh rangkaian pada babak kualifikasi berakhir dan akan mengikuti laga playoff pada akhir Maret 2020.

Debut Timnas Denmark Dalam Dunia Persepakbolaan.

Pada era tahun 1980, dunia sepakbola dikagetkan oleh performa dari tim nasional Denmark di putaran kualifikasi Piala Eropa 1984. Menghuni satu grup dengan Inggris dan Hungaria, tim yang diasuh oleh Sepp Piontek lolos ke turnamen final dengan menduduki posisi puncak klasemen.

Denmark mengungguli Trevor Francis dan kawan-kawan hanya dengan perbedaan satu poin saja. Keberhasilan yang diperoleh oleh pasukan Denmark meloloskan teamnya menuju turnamen internasional untuk pertama kalinya sejak tahun 1964.

Sebelumnya mereka sempat absen di empat pagelaran Piala Eropa dan tak pernah mendapatkan tiket untuk lolos ke ajang Piala Dunia. Tidak ada yang menyangka bahwa mereka mampu melawan Bobby Robson di babak kualifikasi.

Robson dipercaya sebagai nahkoda bagi timnas Inggris setelah berhasil meraih gelar Piala FA dan UEFA untuk Ipswich Town. Sedangkan Sepp Piontek tidak mempunyai koleksi piala apapun sebagai kepala pelatih.

Namun keputusannya untuk membentuk satu team dengan merekrut pemain-pemain berpengalaman dari liga – liga domestik yang masih berusia muda yang bermain di liga Italia dan liga Belanda adalah keputusan yang tepat.

Baca Juga : UEFA Optimistis Piala Eropa 2020 Akan Tetap Semarak

Pada kejuaraan Piala Eropa 1984 lalu, penampilan Michael Laudrup, Jesper Olsen, dan Jan Molby semakin meyakinkan publik akan kemampuan mereka.

Timnas Denmark berhasil menaklukan Perancis, membantai Yugoslavia dan akhirnya disingkirkan oleh Spanyol lewat adu penalti di babak semi-final.

“Danish Dynamite”, adalah julukan publik untuk team nasional Denmark yang diasuh Piontek. Sejak saat itu, kemampuan Denmark di dunia persepakbolaan mulai diperhitungkan oleh dunia.

Michael Laudrup kemudian bergabung dalam team impian Johan Cruyff di Barcelona. John Dahl Tomasson mendapatkan gelar sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia.

Christian Eriksen menjadi penggerak utama di klub Tottenham Hotspur pada Liga Premier. Sayangnya, timnas Denmark tidak pernah lagi meraih kesuksesan seperti era Piontek dulu. Satu-satunya yang bisa menyeimbangkan prestasi Piontek adalah asistennya, Richard Moller Nielsen pada Piala Eropa 1992.

Setelah itu, prestasi Denmark mulai mengalami penurunan.
Talenta mereka selalu ada namun belum terasah dan selalu gagal memperlihatkan performa terbaik mereka, namun mereka kerap mengalami berbagai masalah yang justru merusak reputasi negaranya.

 

©2020 SBOBET88 Indonesia - Penyelenggara Situs Judi Bola Online Terpercaya

Log in with your credentials

Forgot your details?